Devy Ferdiansyah, M. Kom

Kumpulan BLOG dan VLOG Pribadi Koe

Algoritma C4.5

2 min read

ALGORTIMA C4.5

  • Pada akhir tahun 1970 sampai awal tahun 1980 J. Ross Quinlan, seorang peneliti di bidang machine learning, membuat sebuah algoritma decision tree yang dikenal dengan ID3 (Iterative Dichotomiser).
  • Quinlan kemudian membuat algoritma C4.5 (sering disebut dengan pohon keputusan) yang merupakan pengembangan dari algoritma ID3 (Han, 2006).
  • Algoritma ini memiliki kelebihan, yaitu mudah dimengerti, fleksibel, dan menarik karena dapat divisualisasikan dalam bentuk gambar (pohon keputusan) (Gorunescu, 2011).
  • Algoritma C4.5 merupakan struktur pohon dimana terdapat simpul yang mendeskripsikan atribut-atribut, setiap cabang menggambarkan hasil dari atribut yang diuji, dan setiap daun menggambarkan kelas
  • Algoritma C4.5 secara rekursif mengunjungi setiap simpul keputusan, memilih pembagian yang optimal, sampai tidak bisa dibagi lagi.
  • Algoritma C4.5 menggunakan konsep information gain atau entropy reduction untuk memilih pembagian yang optimal (Han, 2006).
  • Ada beberapa tahap dalam membuat sebuah pohon keputusan dengan algoritma C4.5 (Kusrini, 2009), yaitu :
    1. Menyiapkan data training.
      Data training biasanya diambil dari data histori yang pernah terjadi sebelumnya dan sudah dikelompokkan ke dalam kelas-kelas tertentu.
    2. Menentukan akar dari pohon
      Akar akan diambil dari atribut yang terpilih, dengan cara menghitung nilai gain dari masing-masing atribut, nilai gain yang paling tinggi yang akan menjadi akar pertama. Sebelum menghitung nilai gain dari atribut, hitung dahulu nilai entropy. Untuk menghitung nilai entropy digunakan rumus:

    1. Kemudian hitung nilai gain menggunakan rumus:

  1. Ulangi langkah ke-2 hingga semua record terpartisi.
  2. Proses partisi pohon keputusan akan berhenti saat :

    a. Semua record dalam simpul N mendapat kelas yang sama.
    b. Tidak ada atribut di dalam record yang dipartisi lagi.
    c. Tidak ada record di dalam cabang yang kosong.

Contoh Pohon keputusan menjadi Rule

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *